• Destinasi wisata bersejarah Ngawi, Benteng Pendem Van Den Bosh - indigonews.eu.org

     Destinasi wisata bersejarah Ngawi, Benteng Pendem Van Den Bosh.


    Hallo sobat Indigo... bagaimana kabarnya untuk hari ini ? semoga kalian semuanya mendapatkan kesenangan dalam aktivitas apapun, pada kesempatan kali ini saya akan coba menuliskan artikel mengenai destinasi wisata bersejarah yang ada dingawi, mungkin ada yang belum mengenalnya atau mungkin ada yang mencari untuk referensi rekreasi yang memiliki nilai pendidikan buat anaknya maka disini adalah salah satu destinasi wisata bersejarah yang tepat untuk sobat kunjungi, terutama yang berdekatan dengan Ngawi kota ya... 


    Na untuk lokasinya sendiri Benteng Pendem atau Benteng Van Den Bosh ini berlokasikan sangatlah strategis yang mana di pertemuan bengawan solo madiun yang bertempat di kurang lebih 1 KM dari pusat kota ke arah timur laut, Kelurahan palem kec. ngawi kab. ngawi, yang memiliki luas tahan kurang lebih 15 Ha, dan luas gedung 165 x 85 m persegi.


    Benteng pendem ini sih dulunya dipakai orang belanda untuk tujuan perdagangan lewat jalur sungai karena bertepatan tak jauh dengan pertemuan sungai bengawan solo madiun ngawi dengan aktivitas perdagangan yang dilakukan berupa menggunakan kapal besar dan kirim barang polowijo dan rempah dengan tujuan surakarta ngawi ke gresik dan juga sebaliknya, selain fungsi utamanya sebagai benteng pertahanan,. 


    Kenapa kok namanya benteng pendem ?

    Disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Benteng Pendem, karena jaman dahulu lokasinya benteng ini berada di tengah tengah perbukitan dan terlihat terpendam "tenggelam", makanya dinamakan benteng pendem kallau orang jawa sebutnya, maksudnya adalah benteng yang tenggelam.


    Benteng pendem ini dimasa kepemimpinan Van den Bosh maka disebut juga benteng Vanden bosh, yang dahulu menempati wilayah tersebut dengan jumlah personil aktif  250 orang yang bersenjata laras panjang, 60 orang kavaleri dan 6 meriam aktif.


    Benteng pendem saat ini terlihat seperti baru dibangun.

    Untuk saat ini memang kondisi benteng pendem menjadi lebih menarik dan tentunya lebih bersih dan nyaman untuk dikunjungi, dikarenakan sebelumnya masih dalam kondisi yang kurang terawat dan masih sama seperti jaman belanda karena tidak ada pengelolaan bangunan bersejarah, jadi untuk tampilannya masih bawaan jamman dahulu dan terlihat kusam dan banyak tumbuh rumput atau pohon di bangunan benteng. 


    Namun saat ini proses rehabilitasi mulai dilaksanakan semenjak 10 desember 2020 yang dengan target selesai pada awal tahun 2023 nanti, dengan proses pengerjaan melibatkan balai pelestari cagar budaya prov jatim. Semoga kedepannya menjadi destinasi wisata yang menarik dan enak untuk kita kunjungi. 


    Disini rumornya sih dana yang digelontorkan untuk proses rehabilitasi 113,7 M dengan penggarap atau kontraktornya dari PT Nindya Karya Persero TBK, yang akan merehab kawasan inti benteng dan 13 bangunan di dalam komplek benteng tersebut. Meski di rehabilitasi pihak kontraktor dan cagar budaya tetap melihat keaslian pada benteng pendem sebelumnya jadi akan tetap terlihat asli seperti jaman dahulu "natural".


    Berikut adalah beberapa foto dari internet soal benteng pendem dari sebelum di rehab dan setelah proses rehab yang masih berjalan, disini terlihat benteng pendem yang sudah jadi dengan corak warna putih di sepanjang benteng yang lebih mendominasi. 









     

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar